Cairo Hari Kedua

Bangun tidur, mandi, bersemangat untuk city tour hari kedua sebelumnya kami sarapan di hotel. Cukup kaget melihat hidangan yang berlimpah. Roti sejenis Croisand ada 7 macam, belum yang tawar, lalu salad aneka dressing, beberapa bubur khas Mesir, kopi, teh, jus tapi sayang tidak ada air putih dan buah. Saya yang tidak terbiasa sarapan sepagi itu mengambil roti, lalu telur rebus, dan salad. Selesai sarapan tujuan pertama kami adalah pabrik pembuat papyrus, unik sekali proses pembuatannya secara tradisional dan seperti biasa saya tidak merekam cukup simpan di memory saja hehehe. Lanjut destinasi kedua Pyramid Ghiza, masyaAllah bisa liat langsung itu pyramid pegang-pegang batunya, foto-foto, biasa juga liat di TV, alhamdulillah ya Rabb. Kekurangan dari ikut paket tour adalah tidak bisa enjoy karena dikejar oleh destinasi berikutnya. Tidak lama, melihat spinx juga dari jauh tidak turun. Selesai dari pyramid ke toko souvenir tuk belanja kaos. Saya sudah wanti-wanti dengan jamaah jangan lama-lama masih ada destinasi berikutnya. Syukur tidak lama disitu kami lanjut makan siang di restoran khas masakan Mesir, Saya yang kepingin makan burung dara akhirnya nyoba juga. Burung dara dikasi nasi yang berbumbu didalam perutnya. Itu burungnya sehat dengan otot-otot yang sexy lalu nasi dipadatkan didalam bodynya. Hasilnya saya cuma berhasil menghabiskan setengah porsi saja saudara-saudara lalu saya melambaikan tangan ke arah kamera, nyerah. Saya juga coba daging bakar, ayam bakar dan salad enak alhamdulilah. Yang kurang cocok hanya rasa nasi yang terasa sekali kayu manisnya. Tapi Abang saya yang keturunan India itu cucok banget, makin gembul deh dia. Oh ya busnya lumayan bersih, disediakan kopi dan teh juga strawberry yang gede-gede dan manis, sejak kedatangan hari pertama saya sudah lope-lope liat strawberry tapi ingat bawa jamaah “terpaksa” berbagi. Biasanya saya kurang rela kalau harus berbagi strawberry, iya sejenis orang pelit gitu :p
IMG_20170410_175400_938Group1

Selesai makan siang wisata yang kami tunggu, ke Masjid Al Azhar tuk sholat dzuhur dan belanja di pasar El Khalili yuhuuuuuu….. Saya tidak sholat lanjut blusukan masuk pasar, tidak sedih walau tak masuk masjid Al Azhar, InsyaAllah ada rejeki lagi untuk mengulang kesitu optimis. Dipasar el Khalili semua serba murah karena negara tersebut sedang resesi sehingga nilai mata uangnya jatuh sekali. Maka belanjalah kalau tidak kamu akan menyesal seperti saya, masih terbayang karpet kece yang saya kepingin tapi urung dibeli karena merasa pemborosan, capek deh. Sajadah dirumah juga sudah banyak yang babak belur kok fi.Ok next time. Apakah anda bisa berbelanja selama 2 jam, kalau saya tidak bisa kebanyakan melamun takjub liat toko-toko isinya lucu aja. Sayapun beli kap lampu. Entahlah saya setiap liat kap lampu selalu terpesona. I can not help it, beliiii dan sampai dirumah kapnya belum terpasang habis sayang mau pasang di teras kok kece badai hahahha. Nantilah kita pasang ya. Fix nanti kalau saya bikin restoran saya akan beli barang-barang pajangan dari sini, aamiin.

Selesai proses belanja yang terburu-buru itu saya berhenti di toko rempah, cuma dipegangin saja bukannya beli, ada teh rosela cuma terpesona saja. Ok terjadi gangguan frekuensi saat itu sampai dirumah berakhir dengan kenapa tidak dibeli ya. Tenang insyaAllah ada lagi rejekinya afi, insya Allah. Dari el khalili lanjut ke sungai nil untuk cruise diatas kapal, makan lagi. Kami sengaja memilih makan sore agar dapat menikmati sunset diatas kapal, karena jika makan malam yang terlihat gelap saja air sungainya. Resikonya waktu belanja di El khalili yang singkat. Hidup itu pilihan bukan? Sebenarnya paket yang ditawarkan adalah tari sufi dan tari perut. Dikarenakan jumlah rombongan kami yang banyak 47 orang, bisa satu kapal di booking, tidak ada rombongan lain dan kami pun memesan tanpa tari perut. Sayang banget Umrohnya baru juga “bersihkan diri” eh tambah dosa baru lagi. Tarian sufi yang saya sendiri kurang paham menurut saya itu cuma mutar-mutar saja dengan baju penuh lampu. Yang menari hanya satu orang, karena kurang tertarik saya memilih duduk diluar kapal dengan mbak Nurrul, biasa gosip. Cemal cemil cake, fusilli dan agar-agar sambil menikmati sunset dengan secangkir kopi dan teman-teman yang asik, maka nikmat TuhanMu manakah yang kau dustakan?
Pemandangan kota mesir terlihat sedikit kumuh karena bangunan dan rumah jarang yang di cat. Tujuannya agar mereka bayar pajak lebih murah. Bangunan rumahpun bertingkat-tingkat bukan hanya satu lantai bisa 5 lantai. Harga tanah sangat mahal jadi satu keluarga besar tinggal dalam satu rumah. Jika ada salah satu anak menikah, maka tingkat ditambah satu lantai, begitu seterusnya. Jadi mirip apartemen ya.
Alhamdulillah next time lagi ya Allah sama anak-anak, aamiin.
Selesai pusing-pusing naik kapal kami kembali ke hotel dengan cita-cita mulia, bahwa besok sepulang dari Alexandria kami akan kembali ke elkalili buat shoping yuhuu……

IMG_20170523_000017_567

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s