Cairo Hari Ketiga

Hari ketiga hari yang ditunggu-tunggu, wisata ke kota Alexandria salah satu kota pelabuhan tertua di dunia. Ditemukan oleh Alexander the Great 331 SM. Salah satu keajaiban dunia juga ada disini yaitu lighthouse (pharos) merupakan bangunan tertinggi selain pyramid pada masanya. Fungsi mercusuar tentunya sangat penting untuk menuntun kapal berlabuh di pelabuhan Alexandria pada masa lalu. Kala itu pelabuhan Alexandria sangat sibuk karena menghubungkan laut Mediterania dan Laut Mati. Namun akibat guncangan gempa mercusuar tersebut hanya menjadi reruntuhan yang terabaikan. Perpustakaan terbesar di dunia sebelum masehi dimana filsuf-filsuf besar banyak belajar disana. Tentu saja koleksi bukunya masih berupa gulungan papyrus pada masa itu. Perpustakaan tersebuta pernah terbakar (dibakar) sehingga koleksinya banyak yang hilang. Saat ini perpustakaan tersebut telah dibangun kembali, dan kami hanya lewat saja tidak mampir.

Tujuan pertama kami adalah Istana Raja Farouk, lokasinya persis di pinggir pantai, sampai sekarang istana tersebut masih difungsikan untuk tamu-tamu negara. Ketemu kucing liar yang montok-montok dan cantik, jadi ingat si Jack dirumah. Cuaca di bulan April saat itu masih peralihan antara musim dingin ke musim semi. Suhu udara cukup dingin, tapi matahari bersinar cerah, cocok sekali melakukan perjalanan di bulan April. Dari istana kami menuju restoran Fish Market salah satu restoran yang lokasinya dipinggir pantai. Pemandangan sangat indah sambil menikmati hidangan. Hidangannya sederhana hanya ikan belanak bakar dengan rempah mediteranian dan salad sayuran. Tapi karena nasi berbumbunya enak dan pulen makan pun semangat, salad ludes, dan sebagian nambah nasi. Seperti biasa makanan pembukanya roti yang dipanggang di tungku membuat rasa rotinya berbeda.

Selesai makan lanjut ke tempat iconic di Alexandria, mercusuar pharos. Dari situ lanjut ke makam nabi Daniel dan Lukman Al Hakim, dan sholat di masjid. Saya yang tidak sholat, cabut nyebrang ke pantai membawa kamera DSLR Yudi, foto-foto kegiatan masyarakat sekitar. Ada penjual bawang putih, bawang merah dan alpukat menggunakan gerobak dorong dan speaker. Melihat trem yang lalu lalang rasanya pingin lompat naik, karena jalannya pelan dan tremnya kuno sekali bercat hijau yang kusam tapu terlihat besi bajanya sangat kokoh. Menyebrang jalan yang butuh nyali besar karena kendaraan tidak peduli dengan pejalan kaki. Angka kecelakaan lalu lintas di Alexandria 1500 pertahunnya. Bayangin aja rata-rata kecelakaan sehari bisa empat kali. Fasilitas tunel untuk menyebrang ada setiap beberapa ratus meter, karena waktu terbatas saya coba nyebrang sendiri dan alhamdulillah uji nyali. Lolos nyebrang disini langsung bersyukur di Indonesia gak begini amat. Hikmahnya saya sekarang sudah lihai nyebrang di Indonesia no fear alhamdulillah.


Puas duduk di pantai melihat kapal lalu lalang, dengan Gratis pastinya langsung teringat Ancol :p. Liat aktifitas ayah berenang dengan dua anaknya bikin baper ingat anak suami dirumah. Mereka cuma bawa handuk saja. Duduk dikursi yang disediakan gratis buka baju langsung nyemplung. Maka nikmat Tuhanmu manakah yang kau dustakan?
Selesai dari makam kamipun kembali ke hotel di daerah Giza. Mampir makan malam di resto Cina muslim yang pertama kali kami datangi. Katanya dengan menu berbeda yang pasti menunya full cucumber baik untuk menetralisir yang serba daging. Menunya ikan disaus asam manis, tumisan zuchini, cah brokoli, soup ah banyak menunya oh ya telor dadar dll.
Sesuai janji saya, kami akan ke El khalili selepas dr Alexandria. Kamipun menggunakan taksi kesana. Aku, Nurrul, Delvi, Risa, Rio satu taksi. Mbak Lutfi dan keluarga satubtaksi dan kami berpisah, mbak Lutfi reuni dengan mantan muridnya. Selesai makan jam delapan itu adalah waktu madyarakat Cairo keluarvrumah. Jadi kondisinya ramai. Good news, toko tutup jam 2 dini hari. Puaslah kami belanja eh cucimata. Yang lain belanja saya cuma ngeliatin akhirnya ditawari Morocan Tea eh Egyp Tea kali ya. Teh dengan daun mint. Tehnya mantap sepetnya, kental dan gulanya bisa pilih gula batu atau gula pasir. Ya betahlah di toko itu mager ngabisin teh padahal sudah pakai jaket winter ternyata masih kedinginan juga, cucok minum teh panas. Aku beli kaligrafi yg diukir dipiring, cakep harga murah sudah tidak ditawar lagi. Terakhir saya dikasi beberapa buah pembatas buku dari papyrus dengan tulisan kaligrafi Alhamdulillah.

Pulang dari El Khalili petualangan di mulai, janjian ketemu Iqbal yang sebelumnya ketemu dengan dubes Indonesia dan langsung dia import kurma, bisnis sama temannya. Jadilah kami pesan kurma Mesir dengan aneka rasa coklat, hazelnut dll. Fun fact ternyata Mesir penghasil kurma terbesar di Dunia. Kami memutuskan naik transpotasi umum. Pertama naik angkot carter menuju Metro station. Lupa ongkosnya berapa karena kami dibayari. Lalu yang seru naik Metro, penuh mirip naik commuter line, padahal sudah jam 10 makam, dengan tiket 2 pound saja.
Kenalan dengan temannya Iqbal dan beliau kepala sekolah di sekolah Indonesia di Mesir. Makin seru aja ngobrol sama Bapak Kepsek. Beliau bilang kalau mau daftar jadi guru disini kirim aja cv ke email saya, selama saya kepseknya cincailah mbak. Omaigat omaigat…. klo anak-anak sudah dewasa aye mau dah ngajar disana, seriusan.
Turun dari metro lanjut naik angkot, berupa vw combi dengan lampu-lampu warna warni, dan pegangan di bangku depan. Sempat si Bapak bercanda pasang seat bealt. Ternyata maksudnya pegangan dan ya Allah. Angkotnya ngacir, ngepot ah serem tapi seru, tidak butuh waktu lama untuk sampai ke depan hotel. Bisa sistem carter angkotnya tawar menawar sampai dapat kesepakatan harga. Selain kami berdelapan ada penumpang lain yang beda tujuan, jadi mereka diantar terlebih dahulu. Benar-benar tidak ada trayek deh. Dan saya yakin kalau disuruh mengulang saya akan bingung.Baru kali ini jadi TL cuma duduk manis, and its so much fun, alhamdulillah untuk pengalaman yang seru ini. Foto menyusul jika masih ada, atau ketemuan Yudi dulu pinjam SD card dia. InsyaAllah mau mengulang lagi ke Mesir. Aamiin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s