Bangkok Bersama Kalian

Tiba-tiba sahabat baikku What’s Up mengajak jalan-jalan dan dia juga mengajak sahabatnya, bertiga jadinya. Cari waktu yang pas diputuskan tanggal 22-25 April. Tadinya mau ke Kuala Lumpur, tapi aku kurang tertarik dikomporin lah mereka ke Vietnam. Dengan pertimbangan kami tidak mau kurus sepulang dari Vietnam jadi putar haluan ke Bangkok. Rata-rata pada bilang susah cari makanan halal di sana.

Bangkok ya wisata kota standar, belanja, makan, mau ke Wat Arun lagi di renovasi, ke Grand Palace batal karena ditutup untuk umum, lagi ada upacara/berdoa mendoakan Raja mereka Bhumibol Adulyadej yang meninggal dunia. Terlihat antrian panjang duduk rapi dipasang tenda secara tertib dan bertahap memasuki Grand Palace. Ada beberapa lukisan di area Grand Palace yang dipanjang menggambarkan Raja ketika kecil sampai dewasa. Terharu melihat Alm. Raja yang begitu di cintai rakyatnya.

Urusan makan terjamin jika jalan dengam Mbak Lia dan Ayu, aman. Itin yang disusun mendadak kacau ketika kami sudah mager di Chatucak jadinya dua hari kesitu cuma mau cari tukang rujak yang bumbu rujaknya pakai bawang merah dan ebi,unik sekali. Yang menarik dari perjalanan ini adalah kebersamaan kami, kalau pemandangannya jauh lebih bagus Indonesia, fasilitas ok, belanja ok. Cerita-cerita seru koper Ayu lupa kodenya, lari-lari hampir tertinggal pesawat di KL karena antrian Imigrasi yang lebih dari satu jam. Ketemu temannya Ayu dan Mbak Lia di KL. Hasil ngotot Mbak Lia mencari tempat sholat di hotel bintang 5 berakhir dengan diantar Sang Manager menuju Masjid di belakang hotel. Coba-coba praktek ilmu frekuensi dan seterusnya. Serunya perjalanan bergantung penuh pada siapa teman jalannya.

Kecewa dengan pasar terapung Thaling Chan, yang biasa banget tapi tetap mupeng liat buah-buahan dan tanaman buah yang rasanya mau dibawa pulang.
Nongkrong dibawah menara jam di Chatucak karena gerah, tetiba punya ide buat pijat kaki dan bahu yang enak banget. Puas-puasin makan di Saman Islam yang yummy. Ultah saya di Yana resto, saya suka banget makanannya disamping halal 100% masakan chef nya enak sekali. Saya nyoba seaweed soup, som tam, pad thai iya banyak kan dan tentu saja makanan lain yang tak kalah enaknya. Mantap.
Dibantuin Mbak Lia bawa tas yang tiba-tiba beranak pinak 😀 tumben banget deh perjalan ini saya belanja, tadinya mau dijual gak jadi udahlah bagi-bagikan saja. Gemes banget liat baju-baju anak perempuan yang lucu-lucu.
Dipaksa supir taksi lewat tol padahal kita sudah ngotot gak mau lewat tol. Pulangnya naik taksi meter tetap diketok tidak pakai Argo entah keberanian dari mana saya ngotot kalau tidak pakai argo turunin barang-barang kami, dan akhirnya nego deh. Jalan macet si Supir nanya mau naik tol gak, saya jawab tidak karena kami masih lama dan keburu BT sama supirnya. Bangkok oh Bangkok masih banyak aja scam nya.

Secara garis besar menurut saya pribadi yang tidak boleh dilewatkan di Bangkok.
1. Massage alias pijat mantap suratap, katanya reflexy juga enak tapi saya belum coba.
2. Buah-buahan
3. Belanja
4. Kuliner lumayan deh untuk beberapa makan seperti Tom Yum, Som Tam, Manggo sticky rice dll

Kalau disuruh mengulang perjalanan ini saya mau sekali asal bersama mereka. Next time insyaAllah. Kita keliling Indonesia aja lebih seru.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s