Doa

Agak berat menuliskan cerita ini, tapi saya putuskan menulis juga.
Hari terakhir di Mesir menjelajahi kota cantik Alexandria. Seperti rombongan tour kebanyakan setiap perjalanan darat yang memakan waktu lebih dari tiga jam, dibutuhkan toilet, mampir di rest area. Kebiasaan orang Indonesia mencari toilet dimanapun berada. Ketika berangkat rest area cukup bersih, ada mini market dan restoran. Sudah diberitahu oleh Alaa, toilet free.
Perjalanan pulang dari Alexandria menuju Cairo tidak ada yang berbeda, melewati jalan tol,gurun, dikiri kanan kebun kurma, fun fact ternyata Mesir penghasil kurma terbesar di dunia. Berhenti lagi direst area sedikit keluar jalur. Disini diberitahukan bahwa menggunakan toilet gratis akan tetapi ada penjaga yang senang jika diberi tips. Lalu saya menyiapkan uang 20 pound untuk tips. Kalau di kurs sekitar 14.000 rupiah. Sekali-sekali toh tidak sering-sering kesini. Selesai menggunakan toilet, saya mencuci tangan sambil memperhatikan 3 orang yang akan keluar toilet. Orang pertama keluar tanpa memberikan tips, orang kedua juga begitu, saya yang ikut mengantri mulai panik dan memutuskan untuk kedua orang itu saya yang tanggung tipsnya walau bukan group saya. Sampai orang terakhir didepan saya pun tidak memberi tips, si Ibu penjaga terlihat kecewa sambil menaikkan telapak tangannya. Kalau sering menonton sepak bola Italy di TV, gayanya persis seperti pemain bola yang protes diberi kartu kuning. Refleks saya memberi 50 pound sebagai gabungan tips ke 3 orang tersebut, sambil berlalu.
Si Ibu penjaga toilet menahan langkah saya, menengadahkan tangan keatas sambil berdoa, iya semoga sedang berdoa karena menggunakan bahasa Arab. Sayapun terdiam meng-aamiinkan rasanya damai. Doa yang dipanjatkan dengan tulus sampainya ke hati.

Cukup lama saya terpaku 50 pound itu sekitar 35.000 rupiah akan tetapi doanya sangat panjang dan menyejukkan, saya menikmatinya. Flas back cerita temannya Iqbal, kalau 1 pound sangat berharga dalam kondisi bergejolak seperti itu. Naik metro saja hanya butuh 2 pound. Murah sekali “harga doa” itupun saya masih lalai untuk menyisihkan sebagian rejeki. Kita yang berdoa gratis pun jarang berdoa karena kondisi yang nyaman. Seolah-olah segala pencapaian didapat dari hasil kerja keras. Alhamdulillah untuk semua kenyamanan yang Engkau anugrahkan kepada negara kami. Mohon ampun atas segala nikmat yang luput kami syukuri, astaghfirullah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s