First Time

There is always the first time for everything.
5 – 13 Desember 2018, pertama kalai saya bertugas sebagia tour leader free lance di travelnya teman. Tentu saja excited sekaligus deg-degan. Jamaah tidak saling kenal, bahkan profile mereka saya tidak tau. Standar kerja saya harusnya seminggu sebelum berangkat saya sudah punya profile jamaah, permintaan khusus, sudah berinteraksi dengan mereka dan sebaginya. Dikarenakan keberangkatan jamaah di bulan Desember penuh, jadwalnya selang beberapa hari berangkat, maka pilihannya kenalan di bandara dengan waktu yang mepet pun akhirnya hanya bersalaman saja. Saya batas maksimal kenalan perorang perhari hanya dengan 3 orang, selebihnya yakin bakalan lupa.

Penerbangna kami menggunakan maskapai Etihad dan tentu saja transit di Abu Dhabi. Untuk pertama kali masih banyak yang belum satu komando, mungkin karena gaya saya yang kurang meyakinkan :p.
Tapi selebihnya cuek aja, saya Tour Leader bersertifikat tentunya standar kerja sesuai sop kami. Mama bilang, udah gak usah deg-degan kamu bisa. Kalau mama yang ngomong saya sih yakin aja. Yang dihadapi banyak Ibu-ibu sepuh dan Bapak-Bapak sepuh. Bismillah. Alhamdulillah yang muda-muda banyak yang paham, sangat membantu meringankan tugas saya. Beberapa catatan yang saya rangkum, menurut saya penting walau sudah diingatkan berkali-kali.
1. Mengaktifkan paket data/internet, penting banget agar komunikasi lebih mudah dan cepat melalui WAG.
2. Koordinasi dengan “ketua” kamar untuk menyampaikan setiap informasi kepada anggota penghuni kamarnya. jangan satu baca WA diem-diem bae padahal temannya gak aktifkan paket, telat deh berita.
2. Menginfokan jadwal kegiatan esok hari berulang-ulang via WAG, ketemu di restoran, di bus dan dimanapun (bosen-bosen deh) pernah juga diketusin: “iya gue udah tau, gak usah diulang-ulang.” Hanya karena mengingatkan jangan pakai parfum karena sudah berihram, naseb lah ya, terima saja. Karena salah satu larangan berihram adalah berbantah-bantahan.
Kejadian di bus menuju Madinah saya sudah sampaikan, melihat jam kedatangan yang sangat mepet dengan waktu tutup raudah, maka saya putuskan begitu tiba, langsung menuju ruang makan. Makan malam, sambil pembagian kunci kamar, memasukkan barang lalu jam 21.00 kumpul di loby menuju raudhah, sholat maghrib dan isya di masjid. Ditanya apakah ada pertanyaan, semua diam, pertanda apa tuh? Dalam praktenya ditunggu sampai jam 21.10 hanya beberapa yang muncul, terpaksa yang telat ditinggal, karena Raudhah punya aturan jam buka tutup. Mempertimbangkan nenek-nenek jalannya pelan harus segera berangkat. Memang di mulai jam 21.00 sampai selesai bisa jam 23.00 atau lebih, akan tetapi lewat dari jam 21.40 (or something I’m not so sure) pintu masuk kedua menuju raudhah sudah ditutup. Jika sudah berada didalam, tinggal ikut antrian berikutnya saja. Ada yang komplen merasa tidak diberi tahu/ditinggal, haduh *tepok jidat teman sekamar. Keputusannya yang telat ditinggal, tidak mungkin menunggu 2-3 orang mengorbankan yang lebih banyak. Janji jam 21 molor 10 menit ditunggu, masih komplen juga. Kita kan tamu Rasulullah, berkunjung sesuai aturan jam masuk bagi wanita, mengikuti adab yang berlaku. Ada satu jamaah yang tertinggal nekat masuk raudhah melalui pintu keluar. Kalau sendiri tidak mencolok, kalau 20 orang masuk dari pintu keluar, ya salaaaam, malu dan kurang adab. Masa bertamu lewat “belakang”. Satu lagi aturan saya di raudhah tidak boleh foto-foto apalagi merekam video, memang aturan wajib dari sananya, tapi masih saja ada yang foto-foto (alhamdulillah bukan group saya). Jaga adab, apakah nyaman, tamu datang kerumah terus menyisiri rumah kita, rekam video isi rumah kita? Aturan dalam Islam juga tidak begitu kan, adab bertamu. Memang saya Tour Leader reseh, prosesi umroh gak boleh foto, didalam raudah tidak boleh foto. Selebihnya bebas, foto-foto misal di umroh kedua atau selesai tahalul balik lagi numpang foto boleh. Makanya saya tidak pernah punya foto group komplit di masjid kecuali di tempat tour. Malaikat sudah isi daftar hadir gak perlu foto lah, walaupun kata orang, no pic hoax :D.
Segala sesuatunya memang perlu dikomunikasikan, biar berulang-ulang, biar dibilang bawel, setidaknya jika ada yang komplen tinggal dibalikin, sudah di WA ya, sudah dibilang dari dalam bus, saat makan malam, sudah ditunggu juga 10 menit. Aku musti gimana lagi? Aku lelah Kak.
Dengan adanya sikap tegas selanjutnya bisa diajak on time, iseng saya tanya, mau kumpul jam 7.30 teng apa teng teng teng ? Jawabnya yang teng aja mbak. Alhamdulillah.
City tour di Mekah juga begitu, telat sedikit sudah penuh tempat wisata udah gak asik buat foto-foto, mau parkir aja antri. Sehingga kami turun di jabal rahmah hanya sekedar foto pakai spanduk saja, terus naik lagi ke Bus lanjut ke tempat berikutnya. City tour Madinah bisa nego dengan drivernya, ke Jabal Uhud dulu baru masjid Quba, ketika tiba di Jabal Uhud masih sepi, foto-foto juga tidak terlalu panas, baru di kebun kurma tumpah ruah semua sampai parkir saja antri. Kemudian di Quba sepi lagi, tanpa antrian parkir maupun toilet, foto-foto juga asik. Mohon cara ini jangan ditiru ya, nanti kalau pada niru jadi rame juga deh. 😀
Jadwal dibuat berdasarkan pengalaman dan informasi terkini mengenai dua tanah suci tersebut. Kondisi dilapangan yang sangat menentukan apakah tetap dengan jadwal atau terpaksa dirubah.
Sejatinya city tour atau ziarah itu hanya tambahan, yang paling penting bagaimana agar kita semua patuh dengan jadwal, sehingga bisa sholat 5 waktu di masjidil Haram atau Nabawi.

” Antara rumahku dan mimbarku adalah taman (raudhah) dari taman-taman surga.”
At Tirmidzi
Menulis karena gak bisa tidur, kelamaan tidur siang. Juga mau share foto-foto hehehe. Ilmu saya masih cetek, mohon maaf jika ada yang lebih senior kurang berkenan dengan tulisan ini atau ingin mengoreksi boleh di kolom komentar.

2 thoughts on “First Time

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s